Penerapan Kegiatan Menjahit Pada Tn. J dengan Masalah Harga Diri Rendah
Keywords:
harga diri rendah, menjahitAbstract
Latar Belakang : Harga diri rendah adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan dalam penilaian terhadap dirinya sendiri dan kemampuan yang dimiliki. Seseorang yang mengalami harga diri rendah sering mengungkapkan ketidakmampuan dan meminta bantuan orang lain dan mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu, tampak tergantung pada orang lain, tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan, wajah tampak murung. Latihan kegiatan menjahit adalah menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum dan benang. Tujuan : Menggambarkan penerapan penerapan kegiatan menjahit untuk meningkatkan harga diri rendah pada Tn.J. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan seseorang laki-laki, merasa tidak mampu bekerja lagi, Tn.J merasa malu dengan teman-temannya karena tidak sepintar dengan teman- temannya. Hasil : Mendiskusikan SP 1 dengan mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki, perawat menanyakan kemampuan apa saja yang Tn. J miliki, kemudian menjawab dengan ragu-ragu kemampuan yang dimiliki meliputi merapikan tempat tidur, menyapu, melipat baju dan menjahit. Pada saat diskusi terlihat tidak ada kontak mata, dilanjutkan dengan memilih/menentukan kemampuan yang akan dilatih. Tn. J memilih kegiatan yang masih bisa dilakukan yaitu menjahit. Simpulan : Evaluasi pertemuan keempat Tn.J tidak ragu-ragu, suara jelas, kontak mata bisa dipertahankan, tidak menunduk dan tidak murung lagi. Mampu melakukan kegiatan menjahit secara mandiri, dan memasukkan kegiatan ke jadwal harian secara mandiri.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.