ANALISA TINGKAT KECEMASAN SISWA SMK 17 TEMANGGUNG DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Ratna Kurniawati, Tri Suraning, Retno Lusmiati

Abstract


ABSTRAK

 

Latar belakang : Evaluasi pembelajaran yang diselenggarakan secara nasional atau yang biasa disebut ujian nasional (UN) bertujuan untuk menilai dan mengukur kompetensi peserta didik secara nasional dilaksanakan setelah mengikuti pembelajaran yang diberikan para guru pada pendidikan formal. Salah satu isu yang marak diperbincangkan adalah kekhawatiran tentang kemungkinan banyaknya siswa yang tidak lulus. Kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Tujuan : mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan siswa sekolah menegah Kejuruan dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional. Metode : menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode crossectional, sampel yang digunakan 161 responden. Hasil : Sampel adalah siswa SMK 17 Temanggung kelas III sejumlah 161 siswa yang terdiri dari 36 siswa laki-laki (22,4 %) dan 125 siswi perempuan (77,6%). Siswa yang mengalami kecemasan sebanyak 73 siswa (45,3%), kecemasan ringan 55 siswa (34,2%), kecemasan sedang 19 siswa (11,8%), kecemasan berat 14 siswa (8,7%). Korelasi kecemasan dengan persiapan ujian UN menggunakan uji korelasi pearson diperoleh nilai  0,004 < α (0,05) artinya terdapat korelasi kecemasan antar siswa laki-laki dan perempuan dengan kegiatan ujian nasional pada anak SMK YP 17 Parakan. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan siswa dengan ujian  nasional bagi siswa SMK YP 17 Temanggung, baik siswa putra dan putri sehingga diperlukan treatmen atau tindakan untuk mengurangi kecemasan siswa SMK sebelum menghadapi Ujian Nasional dan tingkat kecemasan bervariasi antar siswa.

 

Kata kunci : Kecemasan, Ujian Nasional, siswa

 

ABSTRACT 

 

Background: The learning evaluation which is held nationally or what is commonly called the national exam (UN) aims to assess and measure the competence of students nationally carried out after participating in the learning given by teachers in formal education. One issue that is hotly discussed is the concern about the possibility of many students failing to pass. Anxiety is considered as one of the inhibiting factors in learning that can interfere with the performance of a person's cognitive functions, such as in concentrating, remembering, concept formation and problem solving. Objective: to find out whether there is a relationship between the level of anxiety and the readiness of vocational high school students in facing the National Final Examination. Methods: This anxiety research is a quantitative study. Cross-sectional method, the sample used was 161 respondents. Results: Respondents of the study were 161 students of SMK 17 Temanggung class III consisting of 36 male students (22.4%) and 125 female students (77.6%). There were 73 students (45.3%) who experienced anxiety, 55 students (34.2%) mild anxiety, 19 students (11.8%) moderate anxiety, 14 students (8.7%) severe anxiety. The correlation between anxiety and National Examination preparation using the Pearson correlation test obtained a value of 0.004 <α (0.05), which means that there is a correlation between male and female students' anxiety and national exam activities in SMK YP 17 Parakan children. Conclusion: There is a significant relationship between student anxiety and the national exam for students of SMK YP 17 Temanggung, both male and female students, so that treatment or action is needed to reduce the anxiety of vocational students before facing the National Exam and the level of anxiety varies between students.

 

Key words: anxiety, state exam, students


Full Text:

PDF 1-10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
Published by Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
Hit counters