PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) ANGGOTA PMR SMK SWADAYA TEMANGGUNG

Husein Arafat, Retno Lusmiati Anisah, Tri Suraning Wulandari

Abstract


ABSTRAK

 

Latar belakang : Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan tindakan yang harus segera dilakukan dalam menangai korban yang mengalami henti jantung. Henti jantung bisa terjadi baik di luar rumah sakit atau di dalam rumah sakit. Tindakan ini meliputi melakukan pemeriksaan nadi karotis, mengecek sumbatan jalan nafas, memeriksa status pernafasan sampai dengan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Tindakan BHD bisa dilakukan oleh tenaga medis maupun tenaga non medis atau orang awam terlatih. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap terhadap pengetahuan anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Metode : menggunakan desain one group pre test post test design untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD pada anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Tehnik sampel yang digunakanan dengan metode purposive sampling sebanyak 24 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner penelitian sebanyak 18 pertanyaan. Analisa data yang digunakan menggunakan paired t-test dimana didapatkan hasil p-value = 0,000 (p<0,05). Hasil : hasil tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan BHD kategori pengetahuan baik 2 siswa (8,3%), pengetahuan cukup 4 siswa (16,7%), dan pengetahuan kurang 18 siswa (75%), sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan pelatihan BHD, kategori pengetahuan baik 18 siswa (75%), pengetahuan cukup 5 siswa (4,2%) dan pengetahuan kurang 1 siswa (4,2%). Simpulan : menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan anggota PMR sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD.

 

Kata Kunci : BHD, PMR, Tingkat Pengetahuan

 

ABSTRACT

 

Background : Basic life support (BHD) is an action that must be done immediately in dealing with victims who experience cardiac arrest. Cardiac arrest can occur either outside the hospital or inside the hospital. These actions include checking the carotid artery, checking the airway obstruction, checking the respiratory status to doing cardiac pulmonary resuscitation (CPR). BHD can be performed by medical and non-medical personnel or trained lay people. Objective : to determine the effect of BHD training on the knowledge of Temanggung SMK Swadaya Vocational School members. Method : use one group pre test post test design design to compare knowledge before and after BHD training is given to PMR members of SMK Swadaya Temanggung. The sample technique used wasmethod with purposive sampling 24 respondents. Research data collection using a research questionnaire of 18 questions. Analysis of the data used using paired t-test where the results obtained p-value = 0,000 (p <0.05). Results : the results of the level of knowledge before being given BHD training in the category of good knowledge of 2 students (8.3%), enough knowledge of 4 students (16.7%), and lack of knowledge of 18 students (75%), while the level of knowledge after being given BHD training, good knowledge category 18 students (75%), enough knowledge 5 students (4.2%) and less knowledge 1 student (4.2%). Conclusion : shows that there are significant differences in the knowledge of PMR members before and after being given BHD training.

Keywords: BHD, PMR, Knowledge Level



Full Text:

PDF 44-49 (2)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
Published by Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
Hit counters