Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 1-3 Bulan

Wahyu Tri Astuti, Evy Tri Susanti, Maya Permatasari

Abstract


Pendahuluan : Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktifitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya, akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi, selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI. Perbedaan pijat tradisional hanya ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan kadang disertai dengan jamu sedangkan, pijat modern adalah terapi sehat tanpa jamu atau obat apapun. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi usia 1-3 tahun. Metode : penelitian eksperimen,dengan desain penelitian post control group desain. melibatkan 12 bayi di desa Jambewangi, Magelang. Sampel bayi usia 1-3 bulan yang hanya diberi ASI. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa timbangan bayi merk One Med. Teknik analisis data t-Test. Simpulan : Secara keseluruhan rata-rata berat badan bayi yang dipijat dalam 28 hari naik 5616,67 gram dan yang tidak dipijat secara rutin kenaikkan berat badannya 4866,67 gram.

Kata kunci : Berat badan, pijat bayi, usia 1-3 bulan,


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
Published by Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang
Hit counters